Anak Buah Prasetijo Akui Bakar Surat Jalan Djoko Tjandra Karena Diperintah

Anak Buah Prasetijo Akui Bakar Surat Jalan Djoko Tjandra Karena Diperintah

Pengadilan Negeri Jakarta Timur kembali lagi mengadakan sidang surat jalan palsu Djoko Tjandra. Kesempatan ini, sidang diadakan dengan jadwal kontrol saksi, diantaranya yaitu anak buah Brigjen Prasetijo Utomo, Jhony Andrijanto.

 

Dalam kesaksiannya itu, dia mengaku sudah membakar surat jalan palsu Djoko Tjandra. Hal tersebut dia kerjakan, sebab memperoleh perintah dari atasannya itu yaitu Prasetijo.

“Benar, apa yang saya ucapkan dalam BAP (masalah pembakaran). Jadi seluruh saya kerjakan sebab perintah,” kata Jhony di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (10/11/2020).

Waktu itu, diakuinya dikontak Prasetijo untuk membakar dokumen yang ada kepadanya itu. “Pada jam 07.49, saya ditelepon Brigjen Prasetijo, diperintah untuk membakar dokumen yang ada di saya,” tutur ia.

Ia menjelaskan, beberapa surat yang ada kepadanya itu ialah asli seperti surat jalan, surat Covid-19, serta surat info kesehatan. Surat itu juga dia bakar waktu ada di dalam rumah Suryana.

“Seluruh beberapa surat. Surat asli. Surat itu masih disimpan dalam mobil,” sebut Jhony.

“Sebab sesungguhnya saya akan memberikan, tetapi sebab ada kepentingan dengan saudara Suryana jadi saya singgah ke tempat tinggalnya. Saya saksikan pekarangan tempat tinggalnya itu luas, jadi saya tebersit sebab ada perintah saya kembali ke mobil, saya mengambil suratnya saya bakar serta saya dokumentasikan,” tambahnya.

Habis membakar beberapa surat itu, dia juga langsung memotret hasil bakaran itu. Sebab, photo itu diperlihatkan ke Prasetijo selaku bukti melakukan perintah.

“Telah dibakar itu saya photo, sebab saya untuk mengahadap laporan ke beliau (Prasetijo). Jam 2 siang saya ke ruangan beliau, saya tunjukkan ke beliau,” katanya.

“Saya lihatkan HP saya ‘izin jenderal, perintah telah saya kerjakan’, ‘oh iya bagus’ beliau jawab begitu,” tambahnya.

Apa yang sudah diperintah oleh Prasetijo padanya itu tidak dia tanya ke atasannya itu. Tetapi, perintah itu dia bisa habis Prasetijo diundang oleh Kabareskrim Polri.

“Saya tidak bertanya tetapi beliau sampaikan, ‘saya habis dipangggil Kabareskrim serta sampaikan ada trending surat tersebut’, karenanya beliau bertanya,” ujarnya.

Masalah pemalsuan surat jalan Djoko Tjandra kembali lagi diadakan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (11/10) jam 15.27 WIB. 3 orang tersangka didatangkan yakni Joko Soegiarto Tjandra serta Prasetijo Utomo di ruangan sidang, dan Anita Kolopaking lewat daring.

Agendanya, majelis hakim akan mengorek info tujuh saksi yang didatangkan ini hari. Salah satunya saksi itu ialah Jhony Andrijanto. Ia ialah orang yang diperintah Prasetijo untuk membakar surat jalan Djoko Tjandra.

Kecuali Jhony, enam saksi yang lain ialah, pertama Supriyanto dari orang Pontianak yang dipercayai mengenali masalah peristiwa masalah ini.

Dua, Jumardi, seorang polisi di Lapangan terbang Supadio, Pontianak. Tiga, Suryana dari orang Bogor yang dipercayai mengenali masalah peristiwa masalah ini Empat, Yusuf Mamo, seorang sopir dari Pontianak. Lima, Agung Pratama Wieka Hadi Santoso, faksi dari Lion Air di Pontianak, serta enam Jonianto, orang Pontianak yang dipercayai mengenali masalah peristiwa masalah ini.

Team Spesial Bareskrim Polri sudah memutuskan bekas Kepala agen Korwas PPNS Bareskrim Polri Brigjen Pol Prasetijo Utomo selaku terdakwa masalah pemalsuan surat untuk Djoko Tjandra.

About the author

error: Content is protected !!